Showing posts with label budaya betawi. Show all posts
Showing posts with label budaya betawi. Show all posts

Semur Daging Betawi : Resep dan Cara Membuat

By // No comments:
Halo reader bankjim, kali ini kami membahas tentang Resep dan Cara Membuat Semur Daging Betawi. Masakan berbahan utama daging sapi atau daging kerbau ini sangat populer dan biasa di sajikan sebagai  hidangan istimewa di waktu – waktu tertentu. Misalnya menjadi hidangan spesial pada hari raya idul fitri, idul adha maupun sebagai menu sajian utama di pesta pernikahan dan resepsi lainnya.

Semur daging betawi populer karena rasanya yang khas. Manis, empuk dan kaya rasa yang didapatkan dari penggunaan berbagai macam bumbu rempah – rempah.

Semur Daging Betawi

Daging bagian apa yang digunakan untuk semur daging betawi? 

Orang betawi biasanya memasak semur dengan menggunakan daging bagian sengkel atau kisi (shank). Yaitu daging bagian atas betis atau paha. Daging sengkel ini bersifat keras, sedikit lemak dan berotot (banyak urat). Dengan sifat ini, daging cocok di olah dengan suhu cukup tinggi dan waktu memasak yang lama. 

Daging jenis ini akan menjadi empuk ketika di masak dengan waktu yang lama dan lebih mudah menyerap bumbu rempah – rempah dari resep semur betawi. Jaringan otot (urat) yang keras juga akan menjadi empuk dan menambah kelezatan sensasi rasa dan tekstur semur betawi tersebut. Ok Langsung saja.

Resep Semur Daging Betawi :

Bahan :

1 kg daging sapi
4 siung bawang merah
2 lembar daun salam
1 lembar sereh
6 butir cengkeh
2 – 3 cm kayu manis
Pala bubuk secukupnya
Lada putih secukupnya
Kecap secukupnya
Air secukupnya
Garam secukupnya
Minyak goreng untuk menumis secukupnya

Bumbu Halus :

4 buah kemiri
1 ruas jari Kunyit
2 ruas jari Jahe
4 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
½ sdt jinten
2 cm lengkuas

Cara Membuat Semur Daging Betawi :
  1. Potong persegi daging dengan ketebalan 1 sampai 1,5 cm. Ukuran sesuai selera.
  2. Haluskan bumbu – bumbu yaitu kemiri, bawang putih, ketumbar, jinten, kunyit, jahe dan lengkuas. Bumbu rempah dapat diulek atau di blender. Namun lebih enak jika dihaluskan dengan tangan (diulek).
  3. Panaskan minyak di wajan secukupnya. Tumis bumbu halus hingga aroma bumbu rempah mewangi.
  4. Masukkan daun salam, sereh, kayu manis dan cengkeh. Tumis kembali.
  5. Masukkan potongan daging. Aduk – aduk hingga daging dan bumbu rempah tercampur merata. 
  6. Setelah tercampur merata, tambahkan air bersih hingga daging sapi terendam seluruhnya. Masak hingga mendidih.
  7. Masukkan garam dan lada sesuai selera.
  8. Masukkan kecap sesuai selera. Pada dasarnya semur tidak perlu diberikan gula karena semur sudah manis dari kecap. Namun jika tetap kurang manis silahkan ditambahkan gula. sesuai selera.
  9. Setelah air mendidih, masak semur dengan api sedang sekitar 1 hingga 1,5 jam sampai daging empuk dan bumbu meresap. Sesekali aduk daging agar bumbu meresap merata. Jika daging belum empuk dan kuah tinggal sedikit, silahkan tambah airnya hingga daging empuk. Setelah empuk masak hingga air kuahnya agak mengental. 
  10. Semur daging betawi siap di hidangkan.

Untuk video cara membuat semur daging betawi, silahkan lihat video ini :


Demikianlah Resep dan Cara Membuat Semur Daging Betawi. Semoga bermanfaat. Jika berkenan, silahkan lihat resep masakan kami lainnya. Insya allah mudah dan enak. 

8 Ikon Budaya Betawi

By // No comments:
Alhamdulillah per 1 februari 2017, pemerintah provinsi DKI Jakarta telah menetapkan 8 ikon budaya betawi. Hal ini tertuang dalam peraturan gubernur (pergub) provinsi DKI Jakarta nomor 11 tahun 2017 tentang ikon budaya betawi. Dengan terbitnya pergub ini ciri khas kebudayaan betawi tersebut secara resmi menjadi jati diri kota jakarta serta 8 ikon budaya betawi tersebut dapat menjadi identitas masyarakat jakarta dalam beraktifitas baik di pemerintahan maupun di swasta. Dengan di tetapkan 8 ikon budaya betawi ini diharapkan pariwisata dan industri kreatif berbasis budaya di provinsi DKI Jakarta semakin meningkat.

Berdasarkan peraturan gubernur DKI Jakarta nomor 11 tahun 2017 tertanggal 1 februari 2017, ikon budaya betawi terdiri dari :


1. Ondel – ondel

Bentuk atau desain Ondel - ondel
  • Wajah laki-laki berwarna merah, alis hitam tebal, berkumis dan terlihat ramah
  • Wajah perempuan berwarna putih, bermata hitam sayu, alis hitam melengkung, bulu mata lentik, bibir merah, telinga bergiwang atau beranting anting dan jidatnya bermahkota.
  • Pakaian ondel-ondel laki-laki berwarna gelap dengan model baju pangsi, berselempang kain bermotif batik Betawi serta menggunakan ikat pinggang dan bawahan kain batik Betawi.
  • Pakaian ondel-ondel perempuan memakai busana kebaya panjang atau baju kurung bermotif kembang-kembang dan bawahan kain batik Betawi dengan selendang atau selempang disangkutkan di pundak kiri ke arah pinggang kanan serta menggunakan ikat pinggang.
  • Rambut terbuat dari ijuk warna hitam.
  • Hiasan kepala yang disebut kembang kelapa (manggar)dengan jumlah 20 untuk perempuan dan 25 untuk laki-laki.
Filosofi atau makna Ondel – ondel
  • Sebagai perlambang kekuatan yang memiliki kemampuan memelihara keamanan dan ketertiban, tegar, berani, tegas, jujur dan anti manipulasi.
Fungsi, penggunaan dan penempatan Ondel – ondel
  • Sebagai pelengkap berbagai upacara adat tradisional masyarakat Betawi.
  • Sebagai dekorasi pada acara seremonial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, festival, pentas artis asing, pameran, pusat perbelanjaan, Industri Pariwisata, gedung pertemuan dan area publik yang memungkinkan dari aspek estetika dan keselamatan umum.
  • Penempatan di sisi kanan kiri pintu masuk, di lobby sebagai pelengkap photo (photo wall), dipanggung pementasan atau dalam bentuk visual di LED/Videotron, atau di tempat lain sesuai estetika.

2. Kembang Kelapa (Manggar)

Bentuk atau desain kembang kelapa (manggar)
  • Bentuk kembang kelapa terbuat dari lidi yang dibungkus dengan kertas atau plastik warna warni.
  • Ukuran kembang kelapa dan tiang penyangga disesuaikan penempatannya.
  • Jumlah kembang kelapa dari tiap tiang penyangga antara 60-75 batang.

Filosofi atau makna kembang kelapa (manggar)
  • Filosofi untuk Kembang Kelapa (manggar) sebagai perlambang kemakmuran.
  • Sebagai simbol dari kehidupan manusia yang bermanfaat sebagaimana manfaat pohon kelapa.
  • Sebagai simbol sifat keterbukaan masyarakat dalam pergaulan sehari-hari.
  • Sebagai simbol tatawarna (multikultur) kebudayaan yang hidup dan berkembang di Kota Jakarta.

Fungsi, penggunaan dan penempatan kembang kelapa (manggar)
  • Fungsi sebagai dekorasi statis yang memberikan nuansa megah, meriah dan penuh keceriaan pada berbagai kegiatan, baik di ruang terbuka maupun di ruang tertutup.
  • Digunakan sebagai dekorasi dinamis dan diletakkan di depan arak-arakan dalam festival, atraksi pariwisata, pentas seni budaya (kirab, ngarak penganten dan sebagainya).
  • Penempatan sebagai dekorasi statis diletakkan di samping kanan dan kiri pintu masuk, pada kanan kiri pelaminan, pada kanan kiri panggung, digantung diplafon dan pada titik-titik tertentu di dalam ruangan (aula, auditorium dan lain-lain) acara (resepsi, seminar, diskusi,dan sebagainya).

3. Ornamen Gigi Balang

Bentuk atau desain ornamen gigi balang
  • Ornamen Gigi Balang berbentuk segitiga (cagak) karena merupakan gambaran dari bentuk gunung.
  • Bentuk ornamen Gigi Balang: tumpal, wajik, wajik susun dua, potongan waru, kuntum melati.
Filosofi atau makna ornamen gigi balang

Sebagai perlambang gagah, kokoh dan berwibawa.

Fungsi, penggunaan dan penempatan ornamen gigi balang
  • Fungsi sebagai dekorasi melalui media berbentuk lampu dan pengecatan serta media lainnya yang memungkinkan.
  • Penggunaan di bangunan tradisional Betawi, fasilitas publik, gedung bertingkat, gapura, panggung pementasan, stand pameran (booth) dan area lain yang memungkinkan dari aspek estetika dan keselamatan umum.
  • Penempatan pada bagian atas (lisplang) bangunan sesuai estetika dan keselamatan umum.

4. Baju Sadariah (Sadarie)

Bentuk atau desain. Bentuk dan kelengkapan baju sadarie terdiri dari :
  • Baju longgar berleher tertutup (kerah sanghai) lengan panjang dengan dua kantong tempel di bagian depan bawah baju.
  • Kopiah hitam polos sebagai penutup kepala (tinggi disesuaikan).
  • Kain sarung plekat terlipat rapi digunakan di leher.
  • Celana bahan warna gelap dengan sepatu pantofel atau celana komprang bermotif batik dengan sandal terompah. 
Filosofi atau makna baju sadarie

Sebagai identitas lelaki rendah hati, sopan, dinamis dan berwibawa.
Fungsi dan penggunaan baju sadarie

Fungsi dan penggunaan sebagai seragam karyawan berbagai kantor pemerintah dan swasta, industri pariwisata, sekolah dan berbagai acara seremonial, obyek dan atraksi pariwisata serta pentas seni budaya.

5. Kebaya Kerancang

Bentuk atau desain. Bentuk dan kelengkapan kebaya kerancang terdiri dari :

  • Bahan kebaya dibordir kerancang dengan motif kembang pada bagian bawah kebaya dan pada pergelangan tangan.
  • Hiasan rambut dapat menggunakan sanggul dengan model Konde Bunder atau model lain yang disesuaikan dengan pemakainya.
  • Menggunakan kain sarung batik Betawi dengan kepala kain bermotif tumpal, tombak, buket dan sebagainya.
  • Alas kaki selop tutup.
  • Perhiasan yang dikenakan, antara lain : peniti rante susun tiga, anting air seketel atau giwang asur, gelang listering atau gelang ular, cincin bermata dan kalung tebar. Keserasian menjadi unsur penting bagi pemakaiannya.
Filosofi atau makna kebaya kerancang

Sebagai perlambang keindahan, kecantikan, kedewasaan, keceriaan dan pergaulan yang mengikuti kearifan, aturan dan tuntunan leluhur. Tujuannya untuk memelihara keanggunan dan kehormatan perempuan.

Fungsi dan penggunaan kebaya kerancang

Fungsi dan penggunaan sebagai seragam karyawati berbagai kantor pemerintah dan swasta, industri pariwisata, sekolah dan berbagai acara seremonial, obyek dan atraksi pariwisata serta pentas seni budaya.



6. Batik Betawi

Bentuk dan bahan batik betawi

  • Batik Betawi berbentuk kain panjang dan kain sarung yang motifnya dikerjakan dengan tulis dan cap. Bahan kainnya berupa sutera, ATBM, prima, primis dan dobi.
  • Motif batik Betawi antara lain : Dododio, Mak Ronda, Rasamala, Nusa Kalapa, Lereng, Ondel-Ondel, Pesalo, Salakanagara, Albetawi, Kodangdia, Langgara, Warakas, flora fauna asli Betawi, Daun Tarum, Nderep, Kampung Marunda, Ngeluku (Bajak Sawah), Ngelancong/Bedemenan, Nandur, Burung Hong, Numbuk Padi, Baritan, Sulur Jawara, Ronggeng Uribang, Galur Ondel-Ondel, Kuntul Blekok, Payung Cokek, Ulung-Ulung, Bondol Biru dan lain-lain.

Filosofi atau makna batik betawi

Sebagai keseimbangan alam semesta untuk memenuhi hidup yang sejahtera dan berkah.

Fungsi dan penggunaan batik betawi

Fungsi dan penggunaan sebagai seragam karyawan/karyawati berbagai kantor pemerintah dan swasta, industri pariwisata, sekolah, dan berbagai acara seremonial, obyek dan atraksi pariwisata serta pentas seni budaya.


7. Kerak Telor

Bentuk dan bahan kerak telor

Kerak Telor adalah penganan dengan bahan utama :
beras ketan putih, garam, merica bubuk, kelapa muda parut yang disangrai (serundeng), telur ayam/telur bebek, ebi, bawang goreng.

Filosofi atau makna kerak telor

Sebagai sisi kehidupan manusia yang mengalami perubahan lingkungan secara alamiah. Kerak Telor sebagai perlambang pergaulan yang harmonis.

Fungsi, penggunaan kerak telor

Sebagai menu makanan ringan atau selingan (kudapan). Sebagai salah satu menu pada industri pariwisata, acara seremonial jamuan makan, stand di acara pameran, atraksi pariwisata dan pentas seni budaya.


8. Bir Pletok

Bentuk dan bahan bir pletok

Bir Pletok adalah minuman berwarna merah yang menyehatkan dan menyegarkan, dapat dihidangkan dingin atau agak panas. Bahan utama : Air, gula pasir, kayu manis, jahe, sereh, cengkeh, kayu (babakan) secang, buah pala, bunga pala, lada bulat di belah, kapolaga, cabe jawa, daun jeruk purut, daun pandan, gardamom seed (gardamunggu) dibelah dan garam.

Filosofi atau makna bir pletok

Bir Pletok dimaknai sebagai penopang hidup sehat secara lahir dan batin dan juga sebagai upaya mengapresiasi serta mengisi hidup yang tidak boleh kendor sampai pada titik yang paling utama yakni matang.

Fungsi, penggunaan bir pletok

Sebagai minuman yang menyehatkan dan menyegarkan. Sebagai salah satu menu pada industri pariwisata, acara seremonial jamuan makan, stand di acara pameran, atraksi pariwisata dan pentas seni budaya.

Ikon budaya betawi ini akan terus di kembangkan agar lebih baik. Kedepannya ikon betawi ini dapat ditempatkan di ruang publik di gedung pemerintah dan swasta. Untuk itu Ikon budaya betawi ini akan di modifikasi agar menjadi lebih cantik sehingga dapat bersanding apik dengan arsitektur gedung di jakarta dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan budaya masyarakat jaman sekarang.

Makanan, Minuman dan Jajanan Khas Betawi

By // No comments:
Gambaran kehidupan masyarakat betawi sering muncul di berbagai televisi nasional yang menayangkan program drama dengan genre budaya betawi. program televisi ini turut memperkenalkan adat istiadat betawi ke seluruh rakyat indonesia di nusantara. kemudian agar kita dapat lebih memahami gaya hidupnya ada baiknya kita juga mengenal ragam masakan, minuman dan jajanan khas betawi ini. Berikut makanan, minuman dan jajanan khas betawi.

Makanan
1.    Ketupat Bebanci
  • Sesuai dengan namanya “ketupat” masakan ini mempunyai unsur utama ketupat, ketupat tersebut kita nikmati bersama dengan kuah santan yang berisi daging sapi yang dimasak dengan aneka bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai dan rempah-rempah.
2.    Laksa
  • Didaerah diluar Betawi juga banyak ditemukan laksa, tetapi laksa Betawi memiliki rasa yang khas.

3.    Nasi Berkat
  • Nasi berkat biasanya dihidangkan pada acara syukuran, tahlilan, maulid dan acara perayaan lainnya. Nasi berkat biasanya dibungkus dengan daun jati atau daun teratai. Dalam bungkusan tersebut terdapat nasi, semur, pesmol bandeng, gulai buncis, serundeng dan perkedel.
4.    Nasi Uduk
Nasi Uduk Komplit - Makanan Tradisional Khas Betawi
  • Orang Betawi biasanya menikmati nasi uduk saat sarapan pagi. Nasi uduk Betawi dimasak menggunakan daun salam, serai, santan, dan garam. Sehingga rasanya menjadi gurih dan enak. Orang Betawi biasanya menyajikan nasi uduk dengan dilengkapi taburan bawang merah goreng, irisan telor dadar dan cabai merah, kering tempe atau oseng dan sabel kacang. Rasa nasi uduk Betawi akan terasa lebih lezat lagi bila ditambah dengan daging ayam goreng bumbu kuning.

5.    Pindang Bandeng
  • Biasanya dinikmati saat sarapan di tambah nasi, dimasak sore hari sebelumnya. Pindang bandeng yang sudah masak dibiarkan dalam panci, baru esok hari pindang bandeng tersebut dipanasi dan dihidangkan dengan nasi uduk sarapan pagi.
6.    Sayur Pucung
  • Dalam sayur pucung ikan yang digunakan adalah ikan gabus yang dimasak dengan menggunakan bumbu kluwak (orang Betawi menyebutnya pucung) yaitu sejenis rempah yang dihasilkan dari pohon kepayang. Warna sayur pucung ini didominasi warna kehitaman akibat campuran dengan bahan kluwak/pucung. Ikan gabus yang di gunakan dipotong-potong menjadi beberapa bagian seperti kepala, badan, dan ekor. Lalu potongan ikan gabus tersebut digoreng selanjutnya di uleg dengan bumbu yang yaitu kemiri, ketumbar, bawang merah, bawang putih, cabai merah, kluwak, kunyit, cuka, gula, terasi goreng dan daun salam. Setelah semua bumbu diuleg, bumbu tersebut ditumis. Ikan yang telah digoreng dan bumbu dimasukkan dalam panci, tambahkan potongan kecil wortel, lalu rebus di air mendidih sampai matang.
7.    Nasi Ulam
  • Nasi ulam terkenal dengan rasa nasinya yang nikmat dan kaya rasa. Rasa nikmat ini diperoleh dari cara memasak nasinya yang menggunakan campuran bahan beras dengan bumbu rempah seperti batang serai, daun salam, lengkuas dan garam. paduan beras dan bahan rempah ini di kukus bersama hingga nasi matang.
    Pada masakkan Betawi, nasi ulam akan disajikan dengan taburan serundeng, sambal terasi, bumbu urap, daun kemangi,ikan teri dan emping. Sebagai pendampingnya nasi ulam disantap bersama lauk seperti tahu tempe goreng, dendeng, perkedel, dan telur dadar.
8.    Cerancam atau Cempeding
  • Cerancam atau Cempeding ini bahan-bahan yang digunakan hampir sama dengan urap, yaitu kacang panjang, taoge, mentimun, daun kemangi dan kol atau kubis. Bedanya dengan urap semua bahan Cerancam tidak disajikan dalam bentuk matang tetapi dalam keadaan mentah. Semua bahan-bahan tersebut dicuci terlebih dahulu kemudian dipotong-potong dan selanjutnya diberi bumbu.
9.    Ikan Cingcuan
  • Pengaruh dari budaya Cina daratan. Jenis ikan yang dimasak adalah ikan ekor kuning atau ikan pisang-pisang yang kemudian dimasak dengan bumbu tauco.
10.    Bubur Sae
  • Bubur sae adalah semur yang bentuknya encer. Bubur nasi disantap dengan semur daging yang ditambah dengan kentang kelengkapan lainnya adalah kacang kedelai dan bawang goreng.


11.    Kerak Telor – Egg Crepe
Kerak Telor - Jajanan Tradisional Khas Betawi
  • Kerak telor dibuat dari beras ketan di kerak aron (setengah matang) dicampur dengan telur (biasanya telur ayam atau bebek) dan bumbu-bumbu seperti ebi udang, jahe, garam, kencur, merica, irisan cabai dan parutan kelapa. Semua bahan di campur kemudian dimasak hingga matang di dalam wajan. Ketika kerak telur mendekati matang, wajan tempat memasak kerak telur dibalikkan agar bagian atas kerak telor langsung terkena panasnya arang dari Anglo hingga sedikit gosong. Setelah matang kerak telor disajikan dengan taburan serundeng dan bawang goreng. 
12.    Soto Betawi
  • Soto Betawi berkuah santan kental diolah menggunakan minyak sayur dan kaldu daging sapi. Pada Soto Betawi juga terdapat irisan daging sapi, paru dan jeroan yang sudah direbus dengan lengkuas, sereh, salam dan garam. Sebagai pendamping disajikan dengan emping melinjo dan kerupuk sambal, serta disiram air lemon untuk memberi rasa segar. Nasi disediakan terpisah dan ditaburi bawang goreng.
13.    Gado- gado (Salad versi Indonesia) dan Ketoprak
  • Bahan untuk membuat gado-gado terdiri dari rebusan bayam, kacang panjang, kol, tauge, irisan mentimun, kangkung, tahu goreng, tempe goreng, telur rebus. Semua itu di aduk dengan saus bumbu kacang yang sudah di ulen dengan gula merah, cabai, terasi, bawang putih, dan garam. Untuk menambah lezatnya gado- bisa ditambahkan jeruk nipis.
  • Bahan dan rasa ketoprak hampir sama dengan gado-gado. Bahan ketoprak ialah tahu goreng, ketupat, tauge, mihun yang dicampur dengan ulan bumbu kacang, garam, cabai dan bawang putih.
14.    Roti Buaya
  • Roti ini biasanya ada dalam pesta acara Betawi khususnya dalam prosesi lamaran. Roti ini di panggang dengan cara biasa kemudian dibuat dalam bentuk buaya, roti diisi dengan coklat atau keju. Roti buaya ini melambangkan kesetiaan abadi untuk mitra dan kerabat, dan sebagai simbol kesabaran karena buaya dikenal sangat berhati-hati dan sabar dalam mengintai mangsanya.
15.    Kue Rangi
Kue Rangi - Jajanan Tradisional Khas Betawi
  • Kue rangi merupakan kue tradisional betawi yang masih mudah ditemui di pasar, atau tempat umum lainnya di jakarta. Bentuk kue ini mirip kue pancong ataupun kue bandros namun ukuran kue rangi ini lebih kecil. Teksturnya agak kenyal yang di dapat dari adonan tepung sagu, garam dan parutan kelapa yang di panggang di atas cetakan kue hinga kulitnya berwarna kuning keemasan dan beraroma wangi kelapa. Kue rangi kemudian disajikan dengan dilumuri saus gula merah yang lezat. Bahan untuk membuat saus gula merahnya terdiri dari campuran tepung sagu, gula merah, daun pandan, air dan potongan buah nangka atau nanas.

    Kue rangi rasanya manis, gurih dan lebih baik di di makan selagi panas karena jika sudah dingin kue akan menjadi keras. Kue ini lebih baik di konsumsi pada hari yang sama karena kue tidak bertahan lama dan mudah basi jika di simpan lebih dari satu hari.

16.    Kue Lupis
Kue Lupis Betawi

  • Kue lupis betawi masih saya temukan di daerah pondok gede - jakarta timur. Pada pagi hari, biasanya warung yang berjualan nasi uduk betawi juga menjual kue lupis. Kue khas betawi ini terbuat dari beras ketan putih yang di kukus. Pada bagian luar potongan kue lupis biasanya ditaburkan parutan kelapa yang sudah di kukus. Kue lupis di santap dengan siraman kuah manis yang terbuat dari gula merah (aren) cair. Kombinasi ini memberikan sensasi rasa manis, legit, renyah dan gurih yang nikmat. Kue ini cukup mengenyangkan, biasanya 2 sampai 3 potong kue lupis cukup untuk sumber energi di pagi hari. 
  • Kue lupis biasa dijual satuan dalam bentuk bulat silinder. Satu irisan kue lupis dijual antara Rp 2.500 sampai Rp 3.000 per potong. Kue jajanan pasar ini sangat pas di santap saat sarapan pagi atau saat bersantai ditemani oleh secangkir teh atau kopi.

Minuman
1.    Bir Pletok
  • Walaupun sebutannya bir, namun minuman ini tidak mengandung alkohol. Minuman ini terbuat dari rempah – rempah. Cara pembuatannya Jahe dicampur dengan gula, daun pandan, serai, merica, pala, kayu manis, sari bunga selasih,akar-akaran dan air. Semua bahan tersebut dibersihkan dan di rebus hingga harum. Untuk mendapatkan rasa yang lezat, jahe yang digunakan adalah jahe gajah yang sudah tua. Sementara itu supaya warnanya merah, digunakan kulit kayu secang. Penggunaan kulit kayu secang tidak merubah rasa. Jahe merah dapat juga digunakan namun rasa minuman akan bertambah pedas. Gula yang digunakan adalah gula putih.
2.    Es Selendang Mayang
Es Selendang Mayang - Jajanan Tradisional Khas Betawi
  • Di hari – hari biasa jajanan tradisional khas betawi ini sekarang sudah sulit di temukan terkecuali di lokasi acara kesenian betawi atau di daerah tujuan wisata jakarta seperti di sekitar komplek museum fatahillah ataupun situ babakan. Di waktu kecil saya sering menjumpai jajanan ini karena penjualnya sering keliling di wilayah kami atau pun mangkal di tempat anak – anak kumpul bermain. Rasa es ini manis, kenyal dan segar, sungguh nikmat di minum saat hari panas atau setelah beraktifitas. bentuk adonan nya sangat khas, yaitu adonan kenyal dari tepung beras dan tepung hunkue beserta bumbu lainnya disajikan dengan santan, gula aren dan serutan es batu. Warna adonan dulunya hanya merah dan putih tetapi sekarang lebih sering kombinasi warna merah putih dan hijau. Kombinasi warna inilah yang membentuk penamaan es ini selendang mayang. Yaitu di jaman dahulu warna – warna cerah dari adonan ini di sebut sebagai selendang karena berbentuk seperti warna selendang dan teksturnya disebut mayang yang artinya kenyal ataupun manis. Uniknya lagi dahulu untuk memotongnya digunakan sebilah bambu khusus sampai adonan kue selendang mayang yang di tempatkan di atas loyang jawa atau tampah terpotong rapi berbentuk kotak memanjang dan siap disajikan.

3.    Es Doger
  • Es doger ini relatif lebih terkenal dibandingkan minuman khas betawi lainnya. Keberadaannya lebih mudah ditemui mulai dari jajanan di sekitar lingkungan kita hingga disajikan sebagai hidangan pada pesta pernikahan, perayaan atau gathering lainnya. Es nya sendiri berwarna kemerahan (merah muda) bercampur dengan irisan kelapa muda dll dan di sajikan dengan tape singkong, ketan hitam, pacar cina dan alpukat. Rasanya maknyus dan menyegarkan. Pokoknya di setiap acara es doger ini menjadi minuman favorit.
4.    Es Kolang Kaling
  • Minuman ini biasanya banyak di sajikan di bulan puasa. Bahan dasarnya adalah kolang kaling atau dalam bahasa betawi disebut buah atep. Warna asli buah atep ini adalah bening kemudian divariasikan warnanya dengan tambahan pewarna makanan (merah atau hijau).

Demikian lah makanan dan minuman khas betawi semoga menambah wawasan kita mengenai kekayaan kuliner nusantara.

Baca juga :
Teater betawi- Ondel-ondel 
Budaya betawi - Istilah kekerabatan 

Budaya Betawi - Istilah Kekerabatan

By // No comments:
Istilah Kekerabatan Suku Betawi

Dengan banyak film dan sinetron bertemakan kehidupan keluarga Betawi di layar kaca televisi nasional, maka kita banyak mendengar istilah kekerabatan keluarga di acara tersebut. Untuk itu ada baiknya kita mengenal lebih dekat dengan istilah- istilah tersebut sehingga kita dapat lebih memahami budaya Betawi. Masyarakat Betawi dalam hal kekerabatan menganut sistem patrilineal. Garis keturunan laki-laki dijadikan sebagai acuan untuk menentukan kekerabatan.

Istilah Kekerabatan Betawi yang umum :

1. Nyak

Kata “Nyak” merupakan panggilan untuk seorang ibu. Semua anak, baik lelaki ataupun perempuan memanggil ibu mereka dengan sebutan ini. Kata “Nyak” sebetulnya bentuk singkat dari kata “Enyak”.
 
2. Abah

Kata “Abah” merupakan panggilan untuk seorang ayah. Sebutan “Abah” biasanya digunakan untuk golongan santri kata “Abah” berasal dari bahasa arab.
 

3. Babe

Kata “Babe” merupakan panggilan umum yang dilakukan seorang anak untuk ayahnya. Baik anak laki-laki maupun anak perempuan menyebut ayah mereka dengan sebutan “Babe” atau sering disingkat dengan “Be” saja.
 
4. Engkong

Kata “Engkong” merupakan panggilan untuk seorang kakek, kata ini berasal dari bahasa cina. Suku bangsa Cina atau Tionghoa ikut mewarnai etnis Betawi sehingga bahasa mereka turut memberi warna tersendiri dalam kekayaan bahasa Betawi.
 
5. Kumpi

Kata “Kumpi” merupakan panggilan untuk seorang buyut baik laki-laki maupun perempuan.
 

6. Nyaik (Nyai)

Kata “Nyaik” atau “Nyai” dipakai untuk menyebut nenek. Disamping itu, kata ini dapat digunakan untuk menyebut seorang wanita orang yang sudah tua dan dihormati.
 
7. Mpok

Kata “Mpok” adalah sebutan untuk memanggil kakak perempuan, kata yang sama juga dapat digunakan untuk menyebut seorang wanita yang usianya lebih tua dari yang menyebutnya.
 
8. Abang

Kata “Abang” merupakan sebutan untuk kakak laki-laki, kata yang sama dapat digunakan untuk orang yang lebih tua dalam hal usia dari dirinya.
 

9. Encing dan Mamang

Kata “Encing” dipakai untuk memanggil saudara perempuan dari bapak maupun ibu. Kata “Mamang” dipakai untuk memanggil saudara laki-laki dari bapak ataupun ibu.


Ada versi lain dari arti kata “Encing” ini yaitu tentang “Encang” ataupun “Encing”. Menurut versi ini memanggil dengan sebutan “Encang” ditujukan kepada kakak dari bapak maupun ibu  dan sebutan “Encing” kepada adik dari bapak maupun ibu (tidak dibedakan berdasarkan gender). analoginya seperti panggilan bu-de dan pak-de atau bu-le dan pak-le yang  pemanggilannya hanya dibedakan berdasarkan siapa yg lebih tua/lebih muda dari orang tua kita.


10. Besan

Kata “Besan” adalah sebutan untuk orangtua dari menantu (baik menantu laki – laki maupun perempuan. Ini merupakan bentuk hubungan kekeluargaan antara dua orangtua yang terjadi karena perkawinan anak mereka. 

11. Mantu

Kata “Mantu” artinya menantu, istri atau suami dari anak kita. Dapat juga berarti mengawinkan anak atau mengadakan resepsi pesta perkawinan anak.


12. Anak Bontot

Kata “Anak Bontot” atau sering di singkat “Bontot” adalah sebutan untuk anak termuda dalam suatu keluarga.

13. Misan

Kata “Misan” atau “Misanan” artinya saudara sepupu (keturunan kedua dari satu nenek, baik kakak atau adik, laki – laki ataupun perempuan).

14. Uwak bini

Kata “Uwak bini” adalah sebutan untuk kakak perempuan atau istri dari kakak laki – laki orang tua (Tante).

15. Uwak laki laki


Kata “Uwak laki laki” adalah sebutan untuk kakak laki – laki atau suami dari kakak perempuan orang tua (Paman).

Baca juga :
Makanan, minuman dan jajanan khas betawi 
Teater betawi -Ondel-ondel 
8 ikon budaya betawi

Powered by Blogger.