Informasi Tentang Malaria

By
Anopheles albimanus mosquito by Photo Credit James Gathany Content Providers(s) CDC
Indonesia sebagai negara tropis termasuk negara yang rawan terhadap penularan malaria. Sebagian besar wilayah di indonesia masih merupakan daerah endemis malaria. Masih sering juga terjadi kejadian luar biasa (KLB) penularan malaria di wilayah – wilayah di Indonesia.

Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yaitu nyamuk anopheles. Penderita malaria dapat mengalami kekurangan darah karena sel darah merah rusak/di makan oleh plasmodium. Setelah diobati biasanya masih ada parasit malaria yang tertinggal di dalam darah. Bila kondisi tubuh sedang buruk, maka sewaktu – waktu malaria dapat kembali lagi.

Akibat kekurangan darah ini daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terkena infeksi penyakit lainnya, produktivitas dan semangat kerja menurun, pertumbuhan otak pada anak terhambat sehingga mengganggu perkembangan kecerdasan anak. Pembuluh darah otak dapat tersumbat sehingga menyebabkan kejang – kejang, hilang ingatan, pingsan sampai koma dan meninggal bila tidak segera di obati. Pada ibu hamil malaria dapat menyebabkan gangguan pada ari – ari (placenta) dengan akibat bayi lahir mati atau bayi lahir dengan Berat badan Rendah (BBLR).

Penyebaran malaria disebabkan oleh :
  1. Parasit sebagai sumber dan nyamuk anopheles sebagai perantara penularan malaria
  2. Perubahan lingkungan yang tidak terkendali, mobilitas penduduk dari dan ke daerah endemis
  3. Perilaku masyarakat yang tidak sehat
  4. Terbatasnya akses fasilitas dan pelayanan kesehatan
Gejala – gejala malaria adalah demam menggigil secara berkala disertai sakit kepala, tampak pucat dan lemah karena kurang darah, mual – muntah, tidak nafsu makan, kadang – kadang diare dan nyeri diseluruh tubuh.

Untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya, parasit malaria harus hidup dalam dua tahap yaitu tahap dalam tubuh nyamuk dan tahap dalam tubuh manusia. Di dalam tubuh nyamuk, parasit malaria berubah menjadi parasit yang siap menularkan kepada orang sehat. Di dalam tubuh manusia, parasit masuk ke hati kemudian memperbanyak dirinya, membelah diri dan masuk ke dalam darah merah. Di dalam darah manusia, parasit berkembang menjadi dua jenis parasit yaitu parasit yang siap menularkan melalui gigitan nyamuk dan penyakit yang siap merusak sel –sel darah merah.


Nyamuk anopheles dapat berkembang biak di air tawar, payau dan asin dan umumnya ditemukan di daerah – daerah yang terdapat genangan air seperti rawa – rawa, muara sungai, sawah, tambak, saluran irigasi dan mata air. Nyamuk anopheles hanya menggigit pada malam hari, bila hinggap atau menggigit posisi tubuhnya menungging.

Untuk mencegah terkena malaria, maka dapat dilakukan :
  1. Menghindari atau mengurangi gigitan nyamuk malaria dengan tidur dalam kelambu, mengolesi badan dengan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan kubang ventilasi dan menjauhkan kandang ternak dari tempat tinggal.
  2. Membersihkan tempat – tempat hinggap atau istirahat nyamuk dan memberantas sarang nyamuk
  3. Membunuh nyamuk dengan cara pengasapan atau fogging
  4. Membunuh jentik nyamuk dengan menyemprotkan obat anti larva (jentik) pada genangan air, dan menebar ikan pemakan jentik nyamuk
  5. Memberikan obat pencegahan malaria pada ibu hamil

Untuk melindungi masyarakat terutama bayi, balita dan ibu hamil yang sangat rentan terhadap malaria maka dapat digunakan kelambu berinsektisida (Long Lasting Insecticide Nets – LLINS). Kelambu ini sudah dilapisi dengan insektisida oleh pabrik kelambu. Penggunaannya mudah, aman dan tidak berbahaya bagi manusia karena sebelum di pakai sudah diteliti dan dinyatakan aman untuk dipakai.

Keuntungan menggunakan kelambu malaria adalah nyamuk tidak akan mendekat apabila kelambu sudah terpasang (mempunyai efek untuk mengusir nyamuk/repeller), nyamuk akan mati jika menempel pada kelambu, kelambu juga aman jika terkena gigitan anak – anak. Namun demikian orang tua harus mengawasi agar hal tersebut tidak terjadi. Cara merawat kelambu :
  • Bila kotor, kelambu dapat dicuci sekurang – kurangnya 4 bulan sekali dengan air dingin dan jangan menggunakan sabun atau deterjen karena dapat menghilangkan racun nyamuknya.
  • Keringkan kelambu di tempat yang teduh, jangan terkena sinar matahari langsung.
  • Jangan mencuci kelambu di kali atau sungai karena dapat membunuh ikan kecil dan mencemari air.
  • Jahit atau tambal kelambu yang sobek agar nyamuk tidak dapat masuk.
Demikian informasi tentang malaria. Penyakit ini mempengaruhi tingginya angka kematian bayi, balita dan wanita hamil serta menurunnya produktivitas sumber daya manusia. Luasnya wilayah endemis malaria dan keterbatasan fasilitas/layanan kesehatan yang tersedia juga menyebabkan infeksi malaria cukup tinggi di indonesia. Oleh sebab itu perlu adanya kesadaran dan keperdulian masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya penanggulangan malaria. Mulai dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar kita.

Sumber : Intisari dari berbagai artikel.  

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.