Keutamaan Infak dan Sedekah

By
Secara umum yang dimaksud Infak dan Sedekah adalah mengeluarkan sebagian harta yang halal dalam perkara sunah (bukan wajib) sebagai bentuk ibadah kepada Allah swt. Antara Infak dan Sedekah terdapat persamaan dan perbedaannya. Manfaat Infak dan Sedekah amat besar bagi manusia sehingga jika ada waktu dan kesempatan lebih baik segera dilaksanakan.


Apa itu Infak ?

Infak berasal dari kata “anfaqa” yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu. Makna Infak adalah mengeluarkan harta yang halal dan baik dalam hal – hal yang diperbolehkan (mubah) dalam rangka beribadah kepada Allah swt.

Jenis Infak

1. Infak Wajib

Infak wajib adalah memberikan harta kepada orang – orang yang menjadi tanggungannya. Seperti Infak untuk biaya hidup sendiri, istri dan anak – anak.

Firman Allah swt, “Kaum laki – laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki – laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki – laki) telah mengInfakkan (nafkah) sebagian dari harta mereka." (An – nisa [4]:34)

Termasuk dalam kategori Infak yang wajib adalah kewajiban untuk menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat harta (dalam arti ini, Infak sinonim dengan zakat).

2. Infak Sunnah

Infak sunnah adalah memberikan harta kepada orang atau pihak yang membutuhkan seperti berInfak kepada anak yatim, fakir dan miskin. Seperti memberikan hadiah dan hibah, memberikan donasi pada lembaga – lembaga sosial, dll.

3. Kata Infak juga terkadang disebutkan dalam al – qur’an untuk harta yang dialokasikan oleh orang – orang kafir dalam memerangi Allah dan Rosulnya.

Apa itu Sedekah ?

Sedekah berasal dari kata  sha-da-qa, artinya benar atau jujur. Makna bahasanya menunjukkan bahwa sedekah adalah pemberian yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dalam bentuk kebaikan (harta, ucapan, atau sikap dan perbuatan). Sedekah merupakan ibadah yang tidak dibatasi oleh waktu ataupun jumlah tertentu, dan dapat berupa materi ataupun non materi. Artinya segala bentuk perbuatan baik  itu adalah sedekah. Sedekah merupakan ekspresi dari kebenaran keimanan seseorang kepada Allah swt.

Jenis Sedekah

1. Sedekah Wajib (bisa berarti zakat dan infak yang berupa nafkah)

Firman Allah swt, “Ambillah zakat (Sedekah) dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (At – taubah [9]:103)

2. Sedekah Sunnah 

Pada dasarnya hukum sedekah adalah sunah. Berpahala bila dilakukan dan tidak berdosa bila ditinggalkan.
Sabda nabi Muhammad saw, “Segala bentuk kebajikan adalah Sedekah.” (Shahih Bukhari, 5/5675; Muslim, 2/1005).

Segala bentuk kebajikan, baik kata – kata, perbuatan, sikap atau harta adalah sedekah. Contohnya pemberian bantuan kepada orang lain dengan sukarela, sedekah kepada fakir miskin, sedekah jariyah, mentraktir teman makan, dll.

Perbedaan antara Infak dan Sedekah

1. Istilah Infak terkadang khusus disebutkan untuk kewajiban nafkah dari seorang suami kepada keluarganya. Dengan demikian, uang yang dibelanjakan kepada keluarga tidak disebut Sedekah tetapi Infak.

2. Sedekah bisa berbeda maknanya dari Infak, karena Sedekah tidak hanya menyangkut harta, tetapi segala bentuk kebajikan yang diberikan kepada orang lain, baik kata – kata, perbuatan, sikap atau harta.

Persamaan antara Infak dan Sedekah

1. Infak dan Sedekah yang hukumnya wajib adalah sinonim dengan zakat. Sehingga zakat, Infak dan Sedekah dalam arti ini pengertiannya sama.

Nabi bersabda, “Satu dinar yang engkah Sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang engkau Infakkan kepada keluargamu, lebih besar pahalanya yang engkau Infakkan kepada keluargamu." (Muslim, 2/995).

2. Infaq dan Sedekah yang hukumnya sunnah adalah sinonim dengan Sedekah dalam istilah umum. Yaitu mengeluarkan sebagian harta yang halal dalam perkara yang sunnah sebagai ibadah kepada Allah swt.

Keutamaan berInfak dan berSedekah

1. Memudahkan seseorang masuk ke dalam surga.

2. Ahli Sedekah akan dipanggil untuk masuk surga dari pintu Sedekah.

Nabi Muhammad saw bersabda, siapa yang ahli Sedekah, dia akan dipanggil (masuk surga) dari pintu Sedekah.” (Shahih Bukhari 2/1798).

3. Terjaga dari api neraka.

4. Menghapuskan dosa – dosa.

5. Memperbanyak kebaikan dan melipatgandakan pahala di sisi Allah swt.

6. Mensucikan jiwa dan mengikis sifat bakhil (kikir).

Cara mensucikan jiwa manusia dari sifat bakhil (kikir) adalah dengan menanamkan sifat pemurah dengan cara senang bersedekah. Jika hati dan jiwa sudah bersih maka ia akan mendapatkan kelapangan dan kemudahan untuk beribadah kepada Allah swt. Melalui sedekah, Islam mengajarkan umatnya agar memiliki kepekaan dan keperdulian sosial.

7. Memberkahi dan menumbuhkan harta (melapangkan rezeki).

Sedekah tidak mengurangi harta, justru sebaliknya sedekah akan melipatgandakan harta tersebut. Dasarnya adalah firman Allah swt (QS At – Taubah [9]:99). Allah akan mempercayakan distribusi rezeki nya kepada orang – orang yang dermawan, sebab orang yang dermawan secara tidak langsung berarti telah memperlancar laju distribusi rezeki Allah swt dan menyalurkannya menuju tempat – tempat yang semestinya.

8. Membuat seseorang mendapatkan perlindungan Allah swt di terik matahari di padang mahsyar pada hari kiamat.

9. Sedekah akan melapangkan dada, mengobati dan melenturkan hati yang keras.

10. Harta yang diSedekahkan adalah harta sejati yang dimiliki untuk selamanya.

11. Membersihkan harta.

Manusia tidak luput dari kesalahan, mungkin saja tanpa disadari dalam harta yang dimiliki tercampur dengan sesuatu yang haram atau sabhat. Hal ini harus segera dibersihkan. Salah satu cara untuk membersihkan harta adalah dengan bersedekah.

12. Menolak musibah

Setiap orang telah ditentukan kapan ia akan terkena bala atau musibah dalam hidupnya.  Menurut rasulullah, ada satu amalan yang dapat menolak bala (musibah). Artinya bala itu diangkat oleh Allah swt. Amalan tersebut adalah sedekah.


Adab dan etika dalam berInfak atau Sedekah.

1. Niat Ikhlas bersedekah dan tidak bersikap pamer (riya’). Dimana sifat riya ini dapat menghapuskan pahala dari sedekah.

2. Infak dan Sedekah dengan sembunyi – sembunyi lebih baik dan lebih bisa menjaga keikhlasan dibandingkan dengan Infak dan Sedekah secara terang – terangan.

Nabi Muhammad saw bersabda, “Seseorang yang bersedekah dengan sembunyi – sembunyi, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diInfakkan tangan kanannya,” (Shahih Bukhari, 1/629; Muslim, 2/1031).

keutamaan sedekah secara sembunyi – sembunyi jauh melebihi sedekah yang diberikan secara terang – terangan di depan umum. Menampakkan sedekah diperbolehkan selama tujuannya baik supaya dicontoh orang lain. Sedangkan menyembunyikan sedekah itu lebih baik dari menampakkannya, jika menampakkannya itu dapat menimbulkan riya’ pada diri si pemberi dan dapat menyakiti hati orang yang di beri.

3. Tidak memaki orang yang di beri, atau mengungkit – ungkit pemberiannya sehingga menyakitkan bagi orang yang di beri sedekah.

4. Bersedekah dengan harta yang halal dan baik (barang berkualitas, tidak cacat dan disukai pemiliknya).

5. Tidak berlebihan dalam berInfak dan berSedekah.

6. Sedekah diberikan setelah menunaikan tanggungan yang wajib dan masih ada yang tersisa.

7. Mendahulukan keluarga, anak – anak, kerabat dekat, tetangga dekat. Kemudian sedekah diberikan kepada orang yang betul – betul membutuhkan.

8. Infak yang paling utama adalah harta yang diberikan untuk kepentingan umum atau fi sabilillah.

9. Segera bersedekah terutama ketika sehat dan kaya

Allah swt memerintahkan menginfakkan (bersedekah) harta bukan saja dalam keadaan senang akan tetapi juga dalam keadaan susah. Namun orang yang sehat dan memiliki harta benda hendaknya segera menginfakkannya sebelum dia menyaksikan tanda – tanda kematian. Sehingga dia tidak menyesal dan tidak kehilangan kesempatan untuk berinfak dan bersedekah.

Daftar Pustaka

Ahmad Hatta, Abas Mansur Tamam dan Ahmad Syahirul Alim. 2014. Bimbingan Islam untuk Hidup Muslim: Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya dari Lahir sampai Mati Berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah. Jakarta: Maghfirah Pustaka

Saadiyah Binti Syekh Bahmid. 2014. Sedekah dalam pandangan Al – Quran. Rausyan Fikr, Vol. 10, No. 2 Juli –Desember 2014

2 comments:

  1. keutamaan yang tidak hanya menambah pahala bagi yang bersedekah tapi turut membantu ekonomi masyarakat yang menerima sedekah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekalian gan. Bermanfaat bagi yg memberi sedekah, penerima sedekah Dan masyarakat sekitar..

      Delete

Powered by Blogger.